Kenapa Kontraktor Berburu Besi CNP? Rahasia di Balik Kecepatan Proyek Merah Putih Tahun Ini.

Proyek Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya memotong rantai distribusi material bangunan melalui koperasi. Dengan Besi CNP sebagai salah satu komponen utamanya, pemerintah optimis ekonomi desa akan bergerak lebih cepat melalui infrastruktur yang memadai.

mesliii_drs

1/15/20261 min read

Awal tahun 2026 menjadi momentum besar bagi dunia konstruksi Indonesia dengan bergulirnya Proyek Merah Putih. Salah satu material yang mendadak "viral" dan dicari di mana-mana adalah Besi CNP (Kanal C).

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kaitan antara Besi CNP dengan masifnya Proyek Merah Putih di tahun 2026.

Mengapa Besi CNP Viral di Awal 2026?

Besi CNP menjadi primadona karena karakteristiknya yang ringan namun kokoh, sangat cocok dengan visi pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur rakyat. Dalam Proyek Merah Putih, efisiensi waktu dan biaya adalah kunci, dan Besi CNP memenuhi kriteria tersebut untuk rangka atap, dinding, hingga struktur gudang.

1. Pembangunan 26.000 Koperasi Desa Merah Putih

Pemerintah sedang mengejar target pembangunan fisik ribuan gerai dan gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.

  • Fungsi Besi CNP: Digunakan sebagai rangka utama bangunan gudang distribusi pangan di tingkat desa.

  • Keunggulan: Pemasangan yang cepat memungkinkan ribuan unit koperasi selesai dalam hitungan bulan.

2. Program Renovasi Rumah Rakyat (BSPS)

Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah melibatkan Koperasi Merah Putih untuk menyuplai material renovasi bagi jutaan rumah tidak layak huni.

  • Standar Baru: Besi CNP mulai menggantikan kayu untuk rangka atap karena lebih tahan rayap dan tahan lama, sejalan dengan standar Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditekankan pemerintah.

3. Kampung Nelayan Merah Putih

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menargetkan penyelesaian 35 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih pada Januari 2026. Material baja ringan dan CNP menjadi pilihan utama untuk bangunan yang tahan terhadap korosi air laut (dengan coating khusus).